Tebing Hijau Di Pinggir Jalan Muka Kuning Batam, Asli Ataukah Hiasan

Kingsfm - Batam, Belakangan ini ada yang berwarna hijau segar terlihat menyelimuti tebing di pinggir jalan depan Kampung Madani Muka Kuning Kecamatan Sei Beduk kota Batam Provinsi Kepri. Hal ini memicu keingintahuan warga Batam yang sering melintasi jalur Muka Kuning - Bukit Daeng atau arah sebaliknya.

Demi memenuhi rasa ingin tahu tersebut Kingsfm menyambangi lokasi tebing yang terletak sebelum pom bensin SPBU Muka Kuning.warna hijau itu berasal dari tanaman rambat yang sengaja ditanam disepanjang lereng atau tebing pinggir jalan raya yang sedang dalam proses pengerjaan tersebut.

Menurut netizen Batam yang berkomentar di sosial media Batam, saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia sedang giat menaman tanaman semak merambat diarea slope yang gersang .
Seperti yang di tanam di slope depan Kampung Aceh atau Kampung Madani. Bahasa Latinnya Mucuna Pruriens, atau orang menyebut dengan nama Kara benguk, ada juga yang bilang kacang benguk.

Dengan sistem tanam modern, sistem Geomat (menggunakan jaring khusus) seperti di area depan Kampung Madani tersebut, diharapkan bibit tanaman ini tidak mudah hanyut saat hujan, dan setelah tumbuh, bisa optimal bekerja menahan longsor dan erosi. Sebagian ahli menyebutnya sebagai tanaman Crop cover. Buah tanaman ini berbentuk kacang-kacangan dan bisa di konsumsi, tapi tidak dengan daunnya.

Dengan pertumbuhan yang cepat, apalagi saat musim hujan, tanaman ini bisa tumbuh menjalar hingga 4 - 6 m. Hal inilah yg diharapkan utk betul2 menjadi Crop cover. Warga Batam berharap agar area ini bisa menjadi percontohan untuk penanaman kara benguk dengan sistem Geomat di seluruh slope-slope yang masih belum ada penghijauanya. Dan meminta Dinas dinas terkait agar slope atau tebing tetap ditanam pohon selain ditanami tanaman semak. Untuk menghindari apabila ada celah atau ada bahu/meja pada slopenya. Namun benar atau tidaknya informasi tersebut, perlu kiranya di konfirmasi ulang ke pihak yang berwenang dan yang bertanggung jawab mengelola pengerjaan lahan tersebut.(Wati)