Telewicara Radio Kingsfm dengan Kabid Humas Terkait Isu Terkini Polda Kepri

Kingsfm Batam - Batam, Radio Kings FM 91,7 mengundang Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol. Nona Pricilia Ohei, sebagai narasumber melalui telewicara via WhatsApp dalam program Kings Morning Show hari Selasa (06/10/2026) jam 08.00 wib. Program acara bincang pagi yang dikemas dengan nama "Kings Morning Show" itu dipandu oleh Usvim dan Arni.


Hal ini sehubungan dengan adanya pergantian pucuk pimpinan Polda Kepri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Pol Asep Safrudin mendapat promosi dan jabatan baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri. Irjen Pol Suhendri ditunjuk dan resmi mengemban amanah sebagai Kapolda Kepri yang baru.


Irjen Pol Suhendri bukanlah figur baru di wilayah Kepulauan Riau karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Kepri dan Kapolres Tanjungpinang. 


Nona mengatakan bahwa pergantian jabatan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan sebagai penyegaran diantara pimpinan. Nona memastikan bahwa pergantian ini dalam rangka meningkatkan kinerja kepolisian dalam melayani masyarakat.


Sesuai dengan tag line kepolisian RI "Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat". Maka semua yang dilakukan oleh kepolisian adalah untuk masyarakat.


Menjawab pertanyaan seputar persoalan hukum dan kriminalitas (hukrim) di kota Batam akhir-akhir ini, Nona menjelaskan bahwa Polda Kepri dan stakeholder terkait sudah membentuk satgas khusus dalam rangka mengintensifkan dan memaksimalkan pengawasan hukum di kota Batam. Seperti dalam pengawasan lintas perbatasan ada Satgas TPPO bekerjasama dengan instansi terkait, yang bertanggung jawab mengawasi masalah TKI keluar negeri maupun TKA yang masuk ke Indonesia.


Menyinggung temuan terbaru Polda Kepri menjelang berakhirnya masa jabatan Kapolda Irjen Pol. Asep Safrudin kemarin, Nona menjelaskan bahwa kasus tentang penemuan mesin pesawat yang diselundupkan ke kota Batam tersebut dokumennya tidak resmi. Saat ini sudah ditahan 4 orang tersangka dan sedang dalam proses pendalaman perkara oleh tim penyidik Polda Kepri.


Nona menghimbau agar masyarakat yang mengetahui atau mengalami hukrim dapat menghubungi 110 guna mendapatkan bantuan kepolisian. Apalagi terkait dengan kasus pencurian besi jembatan atau besi saluran air (rayap besi) dan kabel listrik lampu jalan yang marak akhir-akhir ini di kota Batam. Menurut Nona walaupun nilainya tidak seberapa tapi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat selanjutnya.


Nona mengakui bahwa dengan posisi provinsi Kepri terutama kota Batam yang merupakan gerbang Internasional memungkinkan terjadinya hal-hal besar seperti jaringan narkotika internasional, judi online dan penyelundupan baik barang maupun orang. Walaupun sudah dilakukan patroli siang dan malam, dengan keterbatasan personil Polda Kepri, Nona merasa itu takkan maksimal tanpa dukungan penuh dari masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan kestabilan lingkungan di Provinsi Kepri.(Wati)