Kingsfm - Batam, Kabut asap makin menjadi-jadi memenuhi udara di kota Batam. Berdasarkan pantauan mata secara langsung, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari luar Provinsi Kepri semakin tebal dari hari ke hari. Pagi ini terlihat sudah mulai membatasi jarak pandang dan dalam taraf membahayakan keselamatan jalan raya. Para pengendara kendaraan bermotor diminta untuk menggunakan masker dan menjaga jarak aman kendaraan.
Pagi ini Jum'at (09/10/2026) berdasarkan data pemantauan kualitas udara terkini jam 07.11 wib, kondisi udara di Batam telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Angka Indeks Kualitas Udara (AQI) melonjak drastis hingga menyentuh 177, menempatkan status udara Batam ke dalam kategori "Tidak Sehat". Ini angka tertinggi selama kabut asap menyelimuti kota Batam dan sekitarnya.
Konsentrasi partikel halus berbahaya PM2.5 tercatat melambung tinggi hingga 107 µg/m³, sementara PM10 berada di angka 129 µg/m³ di tengah kondisi smoky haze dengan suhu udara 27°C dan kelembapan mencapai 82 persen.
Angka tersebut tidak mengalami perubahan dan terus bertahan sampai jam 09.30 saat berita ini ditulis. Berdasarkan data dari www.aqi.in Batam dengan angka 177 menduduki peringkat ke enam kota tercemar di Indonesia setelah Sampit, Palangkaraya, Jambi, Pekanbaru dan Palembang.
Hal ini mulai meresahkan masyarakat kota Batam yang harus keluar untuk beraktivitas setiap harinya. Masker biasa sepertinya tak mampu menghambat pengaruh kabut asap, sedangkan untuk membeli masker khusus butuh biaya yang tidak sedikit. Akhirnya banyak yang menumpahkan keluh kesahnya di sosial media dan berharap Pemerintah kota Batam mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.(Wati)

